Sejumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Bantah Rambah Hutan

Oleh : Chairu Dalpen

05-Apr-2008, 23:46:18 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia : Sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit milik swasta di Kabupaten Aceh Tamiang, membantah telah melakukan penanaman pohon kelapa sawit di kawasan hutan, sebagai upaya perluasan areal perkebunan mereka.

“Areal yang kita tanami kelapa sawit adalah areal yang dibeli dari masyarakat setempat pada tahun 1997, bukan areal hutan lindung, bahkan ada areal eks PT.Kuala Langsa dengan luas hampir 1500 hektar yang kita tanami sawit” ungkap Ridwan Saman, 41, warga Pante Jeumpa Kecamatan Bandar Pusaka yang ikut mengelola salah satu perusahaan perkebunan swasta di Aceh Tamiang. Jum’at (4/4)

Tercatat sedikitnya ada 3 perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang kini masih konsen melakukan penanam, meskipum sejumlah aktivis lingkungan baik daerah maupun nasional pernah mengungkapkan terjadinya perambahan hutan pada kawasan ekosistem lauser (KEL) oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan cara membeli lahan yang dikatakan milik masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejauh ini belum ada upaya kongkrit dari pemerintah daerah setempat untuk melakukan upaya-upaya penghentian terhadap aksi dugaan perambahan hutang yang marak terjadi pasca terciptanya perdamaian di Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya pada kawasan hutan di Kabupaten Aceh Tamiang.

Saat diklarifikasi tentang berbagai perambahan yang terjadi, instansi terkait menyebutkan bahwa usaha untuk melakukan pendataan terhadap kawasan hutan yang rusak dan mencegah kian maraknya aksi perambahan tersebut, terbentur dengan minimnya dana operasional.

Sementara itu, sekretaris LSM. PeLKid (Pemerhati Lingkungan, Kesehatan dan Pendidikan) Syafruddin Buhfa mengatakan, ada indikasi perambahan terjadi akibat kurangnya pengawasan terhadap kawasan hutan.

“Kami melihat bahwa mulai dari hulu sungai Tamiang sampai dengan hilir, terjadi pengalihan fungsi lahan. Seharusnya ini bisa dicegah bila pengawasan oleh pihak terkait dapat dilakukan sebagai mana mestinya. Selain itu, saat ini ada penambahan personil Jagawana. Namun, hal ini tetap terjadi di lapangan. Sebenarnya permasalahan yang dihadapi adalah belum adanya komitmen kuat untuk menjaga kelestarian hutan, itu saja.” tegasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: