Dana BRA Rp450 M Cair Akhir Bulan

Banda Aceh | Harian Aceh
Pemerintah Pusat kemungkinan besar akan mencairkan dana Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA) senilai Rp450 miliar akhir bulan ini. “Itulah yang saya dengar. Semoga ini benar,” kata pejabat Dinas Sosial Aceh.
Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Aceh, Bukhari kepada Harian Aceh, di ruang kerjanya, Senin (21/4) menyatakan dana bantuan untuk BRA yang akan dicairkan adalah sisa anggaran 2007 yang tidak habis. Pada anggaran 2007 BRA mendapatkan alokasi anggaran Rp700 milyar. Namun dicairkan secara angsur yakni tahap pertama Rp250 milyar dan sudah diserahkan ke BRA, sedangkan sisanya Rp450 milyar tidak disalurkan karena sudah masa tahun anggaran 31 Desember 2007 sudah berakhir.
Itu sebabnya, dana sejumlah Rp450 milyar tersebut dialihkan sebagai silva (sisa lebih anggaran) untuk diluncurkan anggaran 2008. “Seharusnya sekarang sudah cair, tapi saya juga heran, sampai Triwulan III kok belum juga dicairkan,” kata Bukhari yang didampingi Humas Dinsos Provinsi Aceh, Burhanuddin.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterimanya dari pusat, paling lambat minggu terakhir April 2008, dana dekonsentrasi pusat yang bersumber dari DIPA APBN 2008 itu akan cair.
Bukhari membenarkan apa yang dikatakan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang mengatakan BRA tidak pernah pegang uang. BRA sama sekali tidak pernah memegang uang, akan tetapi yang memegang dan menyalurkan dana bersumber dari APBN itu adalah Dinas Sosial.
Dia menjelaskan program-program reintegrasi memang di tangan BRA, sedangkan uangnya yang bersumber dari APBN dan sifatnya bantuan dititipkan pada Dinas Sosial. Akan tetapi untuk dana-dana operasional yang meliputi sewa gedung, biaya telpon, air, honorer, ATK serta biaya rutin lainnya tidak ada dalam pos dana dekon tersebut, tetapi dialokasikan pada dana BRA yang bersumber dari APBA, yang sekarang sedang dibahas oleh DPR Aceh.
Dana operasioanl BRA ini jumlahnya lebih kurang Rp235 miliar dan sedang dibahas oleh panggar dewan. Jadi ketiadaan untuk operasional BRA, bukan karena keterlambatan pencairan dana APBN melainkan karena berlarut-larutnya pensahan APBA.
Melihat besarnya dana untuk BRA lebih kurang Rp685 miliar yakni yang bersumber dari APBN Rp450 miliar dan APBA Rp235 miliar, maka akan sangat rugi bagi rakyat Aceh jika kucuran uang sejumlah itu terlambat diterima dan didistribusi, sehingga dikhawatirkan pada akhir tahun anggaran akan terjadi pengalihan atau terjadi silva lagi.
Hanya saja, dia juga mengingatkan, dana BRA yang bersumber dari APBA atau anggaran regular Aceh ini pun akan dikelola atau diposkan pada Setda Provinsi Aceh. Dinas Sosial sebagai dinas teknis tidak berwenang mengelola dana yang sifatnya bantuan karena akan terbentur pada Peraturan Menteri nomor 59 tahun 2003. lan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: