KALENDER 12 MEI

Gabriel Faure Lahir

12 Mei tahun 1845, Gabriel Faure, komposer ternama Perancis terlahir ke dunia. Dunia musik sudah digelutinya sejak ia masih remaja. Berkat bakat dan ketekunannya, Faure dengan cepat menjadi salah seorang master di dunia musik. Di antara karya terkenal Faure adalah komposisi musik berjudul “After a Dream”, “The Roses of Isfahan” dan “Moonlight”. Faure meninggal dunia pada tahun 1924.
Armenia dan Azerbaijan Melakukan Gencatan Senjata Continue reading

KALENDER 10 MEI

Ethel Lillian Winch Terlahir ke Dunia

11 Mei tahun 1864, Ethel Lillian Winch, seorang penulis terkenal Inggris terlahir ke dunia. Pada usia 21 tahun, Winch pergi ke Rusia. Di negara ini, Winch mempelajari sastra dan dan menunjukkkan minatnya yang sangat besar terhadap dunia sastra. Setelah itu, Winch menulis sejumlah karya sastra yang terkenal, di antaranya berjudul “Jack Diamond” dan “Tanggalkan Sepatumu”. Winch meninggal dunia pada tahun 1960.

Salvador Dali, Pelukis Perintis Aliran Kubisme, Lahir

11 Mei tahun 1904, Salvador Dali, pelukis kontemporer ternama asal Spanyol terlahir ke dunia di kota Fiqueras. Dali adalah perintis lahirnya aliran Kubisme dalam dunia seni lukis. Bakat melukisnya sudah terlihat sejak ia masih remaja dan dengan cepat, ia terkenal sebagai pelukis modern dengan ide-ide baru yang segar sekaligus mengejutkan. Dali meninggal dunia tahun 1989 pada usia 85 tahun.

Pemancar Televisi Pertama Beroperasi

11 Mei tahun 1939, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipko, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu alat televisi. Peranan besar Nipko dalam penemuan televisi terkait dengan penemuannya terhadap cara mengubah gambar menjadi gelombang dan pengubahan kembali gelombang itu menjadi gambar. Continue reading

KALENDER 9 MEI

Amerigo Vespucci Lahir

9 Mei tahun 1454, Amerigo Vespucci, pelaut dan penjelajah Italia terkenal, terlahir ke dunia di kota Florence. Vespucci menuntut ilmu di bidang sastra, bahasa Latin, fisika, geometri, atronomy, dan kosmograpy, lalu bekerja di beberapa tempat. Keberhasilan penjelajahan Christopher Columbus membuat Vespucci tertarik untuk ikut serta dalam ekspedisi pencarian jalan tembus dari Eropa ke India. Setelah mendapat kapal dari Raja Ferdinand, Vespucci memulai ekspedisinya pada tahun 1497. Sekitar 27 hari kemudian, ia tiba di benua Amerika, kemungkinan wilayah Brazil, dan diterima baik oleh warga pribumi. Vespucci kemudian mengelilingi sebagian besar wilayah Amerika Serikat dan kembali ke Spanyol. Dia mendarat di Cadiz, Spanyol pada tahun 1498. Kisah perjalanan Vespucci diterbitkan oleh ahli geografi Jerman bernama Muller pda tahun 1507 dan di dalam bukunya itu Muller mengusulkan agar benua yang baru ditemukan itu diberi nama Amerika, sesuai dengan nama penemunya, Amerigo Vespucci. Vespucci meninggal dunia tahun 1512. Continue reading

Heboh, Isu Santet Melalui HP

“Kalau ada nomor handphone dengan nomor 0866 dan 0666 atau yang berwarna merah memanggil masuk, jangan diangkat. Soalnya, di Jakarta dan Tanjung Balai Karimun sudah ada yang meninggal gara-gara mengangkatnya. Konon ada orang yang sedang mengetes ilmu hitam. Jangan lupa sampaikan kepada keluarga. Batam dan Brunai sekarang lagi heboh..”

Begitulah isi pesan yang sejak dua hari lalu memasuki konsumen HP Banda Aceh. “Saya dikasih tahu adik dari Medan,” kata Iros, 26, kepada Harian Aceh, Rabu.
Iros mengaku ngeri. Dia juga bilang, teman-teman gurunya semuanya sudah menerima pesan sejenis. Hanya bahasanya yang beda. “Pokoknya, ada peringatan seperti itu,” katanya.
Sejumlah pemilik HP ditanya koran ini rata-rata mengaku sudah tahu informasi seperti itu. “Kakak saya di Jakarta juga memberi tahu hal itu. Katanya sudah ada korban di Lhokseumawe,” kata seorang pemuda yang siang itu nongrong di café Nanggroe.
Sebagian di antara mereka ada yang percaya, sebagian lagi ragu-ragu. “Apa bisa ya, nyantet lewat HP,” tanya Iros ragu.
Isu yang tidak jelas sumbernya itu menyebutkan bahwa akan sangat berbahaya manakala salah satu dari dua nomor tersebut (0866 – 0666) muncul warna merah karena dapat berakibat fatal bagi penerima panggilan misterius itu.
Percaya atau tidak, yang pasti, tentang isu telpon ilmu hitam ini cukup menghebohkan. Di warung kopi, sekolah, kampus dan kantor-kantor isu ini menjadi cang panah.
“Kabarnya, di Kota Lhokseumawe ada yang sudah tewas gara-gara menerima telpon tersebut,” ucap T. Azhari, 24, warga Kota Banda Aceh.
Karena ia mendapat SMS peringatan, ia mengaku, melanjutkan pesan itu kepada sanak saudaranya dan teman-temannya. “Di antara mereka ada yang bilang sudah menerima pesan sejenis, bahkan sudah tidak kali,” katanya.
“Ya, saya juga mendapat pesan, jangan menerima kalau ada telepon dengan nomor 0866 dan 0666,” kata Didin, 45. “Konon, gara-gara menerima nomor telpon itu, seorang laki-laki di Kota Lhokseumawe meninggal mendadak seperti disantet. Nomor tersebut sedang mengincar orang Aceh. Kita hati-hatilah,” katanya. Didin sendiri mengaku mendengar informasi itu dari temannya, sedangkan sang teman menerimanya dari teman yang lainnya lagi.
Begitulah. Tapi sejak merebaknya isu tersebut, sejumlah ibu di Kota Banda Aceh telah menarik telepon genggam dari anak-anaknya untuk sementara waktu. Hal ini untuk mencegah anggota keluarganya jadi korban, katanya.“Untuk sementara waktu, kalau ada nomor-nomor tidak jelas masuk di HP, saya minta pada anak-anak tidak mengangkatnya,“ ucap Dahlia, 32.
Ditanya menyebarkan informasi ini kepada seluruh kerabat, dia menyatakan iya. “Habis pula Rp10.000 untuk mengirim SMS seperti itu ke saudara-saudara,” katanya.
Isu ini benar-benar heboh. Dan, yang pasti, operator seluler dapat keuntungan karenanya. mrd

Pernyataan Dewan Gubernur Bank Indonesia : BI Rate Naik 0,25% Menjadi 8,25%

No.10/23/PSHM/Humas

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari ini, 6 Mei 2008, memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin atau 0,25% menjadi 8,25%. Keputusan tersebut diambil setelah mencermati dan mempertimbangkan perkembangan dan prospek ekonomi global, regional dan domestik.

“Tekanan terhadap inflasi semakin kuat terutama bersumber dari berbagai faktor eksternal terkait dengan tingginya harga komoditas di pasar internasional dan faktor internal terkait dengan masih tingginya konsumsi barang non pangan. Hal ini perlu direspon melalui kebijakan makroekonomi yang tepat demi terjaganya stabilitas makroekonomi dan pengendalian tekanan inflasi ke depan. Selanjutnya dalam rangka menjaga ekspektasi ke depan, Bank Indonesia senantiasa akan menyesuaikan BI Rate berdasarkan arah perkembangan inflasi” demikian Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom yang saat ini bertindak sebagai penjabat Gubernur Bank Indonesia.

Inflasi bulan April 2008 tercatat sebesar 0,57% (mtm) atau secara tahunan (April 2007-April 2008) menjadi 8,96%. Angka ini meningkat cukup tinggi dibandingkan inflasi tahunan pada bulan Maret 2008 (8,17%). Kelompok harga barang yang ditentukan pemerintah (administered price) secara bulanan meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, terkait dengan tersendatnya pasokan dan distribusi minyak tanah di beberapa daerah.

Di sisi inflasi inti, tekanan inflasi yang kuat dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi masyarakat yang bersumber dari meningkatnya harga komoditas di pasar dunia dan adanya ekspektasi pasar akan kenaikan harga BBM. Hal ini didukung oleh Survei Konsumen dan Survei Pedagang Eceran yang menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi masyarakat berada dalam tren meningkat. Sementara itu, kegiatan ekonomi yang bersifat konsumtif turut memberikan tekanan pada inflasi inti.

Nilai tukar rupiah di bulan April 2008 sedikit melemah terkait dengan pesimisme terhadap ekonomi global dan tingginya harga minyak dunia. Secara rata-rata rupiah melemah 0,37% dari Rp. 9.174,00 menjadi Rp. 9.209,00. Namun fluktuasi rupiah masih terjaga yang tercermin dari tingkat volatilitas yang menurun dari 0,6% menjadi 0,2%. Di sisi lain, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia masih mencatat surplus. Perkembangan Neraca Pembayaran tersebut berdampak pada stabilnya cadangan devisa pada akhir April 2008 yang mencapai USD58,8 miliar atau setara 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Ditengah tekanan ekonomi global, ketahanan sistem perbankan masih tetap terjaga. Fungsi intermediasi perbankan terus meningkat, ditunjukkan pertumbuhan kredit pada Maret 2008 sebesar Rp 34,2 triliun menjadi Rp1.080,1 triliun. Dengan peningkatan ini, prosentase kenaikan kredit dalam setahun menjadi 28,1% dari sebelumnya 26,6%. Sejalan dengan itu, rasio NPL gross dan net turun menjadi 4,78% dan 2,1% menjadi 4,33% dan 1,78%. Sementara itu, DPK kembali sedikit menurun menjadi Rp.1.466,2 triliun, sehingga mengakibatkan LDR meningkat menjadi 73,7%.

Ke depan, tantangan terhadap stabilitas makroekonomi dinilai masih cukup berat apabila tingginya harga komoditas internasional dan risiko anjloknya pertumbuhan ekonomi dunia masih terus berlanjut. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia akan senantiasa mencermati perkembangan perekonomian khususnya tekanan inflasi yang kuat, dengan mengidentifikasi beberapa sumber tekanan inflasi yang muncul. Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mengendalikan inflasi dengan memanfaatkan piranti moneter secara lebih efektif dan simultan, baik melalui BI Rate, pengendalian volatilitas nilai tukar, penyerapan ekses likuiditas, dan optimalisasi Operasi Pasar Terbuka (OPT).

Untuk itu, upaya koordinasi antara segenap komponen kebijakan yang memandang persoalan ekonomi ke dalam satu pandangan yang komprehensif menjadi sangat penting dilakukan agar risiko memburuknya perekonomian nasional dapat ditekan pada tingkat yang minimal. “BI berpandangan bahwa langkah-langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengamankan APBN 2008 dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mengurangi ketidakpastian, yang pada gilirannya akan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi”, sambung Miranda S. Goeltom.

Jakarta, 6 Mei 2008
Direktorat Perencanaan Strategis
dan Hubungan Masyarakat

Dyah N.K. Makhijani
Direktur

Konvensi Lahan Bakau Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit

Lingkungan Hidup

Oleh : Chairu Dalpen

15-Mar-2008, 16:37:57 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia – Sedikitnya 30% dari lebih 10.000 ha lahan bakau di pesisir pantai Kabupaten Aceh Tamiang Nanggroe Aceh Darussalam dijadikan lahan perkebunan Kelapa sawit oleh sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit.

Bisnis kelapa sawit sepertinya saat ini cukup mengiurkan, sehingga sebahagian pengusaha baik lokal maupun luaran tidak ragu-ragu membuka lahan baru untuk penanaman pohon kelapa sawit, maklum harga minyak goreng sepertinya tidak bakal bisa turun lagi. tidak bisa dipungkiri masyarakat pun ikut tergiur dengan harga jual brondolan sawit yang cukup tinggi saat ini, hanya saja mereka tidak mencari lahan baru untuk usaha itu.

Mulai dari kawasan hutan di areal pegunungan hingga pada kawasan pesisir pantai, terjadi pengalihan fungsi lahan. Di daerah pegunungan kawasan hutan, gunung dengan kemiringan 65 derajat dibabat untuk penanaman kelapa sawit, sedangkan didaerah pesisir, hutan mangrove, tambak ikan atau udang juga dikonvensi menjadi tanaman kelapa sawit.
Continue reading

Ada Apa di Balik Gerakan ALA-ABAS?

Oleh : Redaksi-kabarindonesia

22-Mar-2008, 10:15:42 WIB – [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia – Perdamaian Aceh memasuki tahap ketegangan baru. Sekitar 40-an kepala desa dari kawasan Aceh Tengah, Barat dan Selatan awal pekan ini menggelar demo dan menemui DPR-RI di Senayan, Jakarta, untuk menuntut pembentukan propinsi ALA-ABAS alias Aceh Leuser Antara, Aceh Barat dan Selatan. Alasannya, tertinggal pembangunan, kesenjangan, dan arogansi kuasa dari kalangan KPA, yaitu Komisi Peralihan Aceh yang menampung mantan gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka GAM.

Di muka Komisi II DPR, 40-an kepala desa pendukung ALA-ABAS itu mengancam akan meletakkan jabatan dan melumpuhkan pemerintahan lokal, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi:

“Apabila tuntutan pemekaran ALA dan ABAS ini tidak direspons oleh pemerintah maka kami selaku wakil kepala desa, wakil-wakil rakyat dari Aceh pedalaman siap membuka atribut kepala desa, menyerahkan setempel dan membekukan pemerintahan desa sampai tuntutan kita ini dipenuhi oleh pemerintah. Apabila tuntutan pemekaran Provinsi ALA dan ABAS ini ditolak, maka pemekaran cara Republik Indonesia ini akan terjadi seperti apa yang telah terjadi di Timor Timur”.
Continue reading