Kucing Garong

Cang panah Edisi Rabu 12 Desember 2007

Haba Miftah H. Yusufpati

Kelakuan si kucing garong
Nggak bisa lihat yang lewat
Main sikat main embat
Apa yang lewat

Kelakuan si kucing garong
Selalu mencari sasaran
Asal lihat pepesan
Wajah blingsatan

Ini adalah terjemahan bebas dua bait pertama lagu Kucing Garong. Kini, lagu irama dangdut bahasa Cirebon (Sunda-Jawa) ini amat populer. Parameternya sederhana saja. Lagu ini sering diputar tetangga saya. Sehari terkadang tiga kali. Awalnya, saya tidak begitu syur dengan lagu-lagu dangdut yang terkadang agak seronok dan sedikit kampungan. Tapi mendengar irama kendang dalam lagu “Kucing Garong” tanpa sengaja pinggul ikut menikmati juga. Apalagi lagu ini agak unik; bercerita soal pria play boy.
“Apa itu, kucing garong?” Saeful bertanya, begitu membaca judul berita “Ada Kucing Garong di BRR”. Saeful tampaknya bukan penikmat dangdut. “Apakah orang BRR memelihara kucing?” tanyanya.
“Belum baca isi beritanya, ya?”
Syaeful menggeleng.
“Pantas!”
Benak Saeful dipenuhi kucing dan meong. Dalam pikirannya, kucing atau felis silvestris-catus, sejenis karnivora kecil dari keluarga Felidae. Saeful semasa di bangku sekolah nilai pelajaran biologi nyaris 10, sehingga soal kucing dan anatominya jelaslah, dia sudah khatam.
“Kucing garong hanya sebagai istilah saja,” kata saya.
Mulut Saeful melongo, membentuk huruf O. “Pasti dia adalah pencuri!”
Saya mengangguk.
“Dia musuh tikus, dong,” ujarnya lalu terkekeh.
Saya tercenung. “Tapi tabiatnya sama,” jawab saya sekenanya.
Saeful tertawa sendiri. Lalu dia bercerita, mengapa kucing selalu memburu tikus. “Menurut legenda,” kata Saeful menarik nafas panjang. “Raja Langit mengadakan pesta untuk hewan yang akan dipilih menjadi zodiac. Sang Raja mengutus tikus untuk mengundang hewan-hewan yang telah dipilihnya, termasuk kucing. Tapi, tikus lupa mengundang kucing. Bahkan, diduga, tikus sengaja menipu kucing mengenai hari pesta. Bisa ditebak, kucing tidak hadir dalam pesta itu. Dia pun tidak terpilih menjadi hewan zodiac. Inilah awal ceritanya mengapa kucing begitu dendam pada tikus.”
Saya tersenyum. “Itu, kan zodiac Thionghoa. Zodiak Vietnam lain lagi.”
“Betul. Itu karena kucing sama tikus sudah berteman. Kucing garong sudah ada di pemerintahan, ya, seperti di BRR. Sedangkan tikus kan sudah jadi politikus,” jawabnya tak mau kalah.
Dasar..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: