Mengevaluasi Kinerja BRR

Selain zikir dan doa, tiga tahun tsunami digunakan sejumlah kalangan; LSM, politisi dan pengamat, sebagai hari mengkritisi kinerja Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias. Ini tak bisa dielakkan. Tiga tahun waktu berjalan, sedangkan masih banyak korban tsunami yang tinggal di barak-barak. Di sisi lain, banyak masalah di dalam lembaga super body ini tersaji di depan mata masyarakat.
Mengherankannya, di tengah hujan kritikan dan hujatan Ketua Badan Pelaksana (Bapel) BRR Kuntoro Mangkusubroto, justru menjawab dengan angka-angka statistik tentang capaian kinerja BRR.
Tengoklah angka-angka itu. Sampai akhir November 2007, jumlah rumah baru yang telah terbangun mencapai 102.691 unit dari 120.000 rumah yang harus dibangun. Lahan pertanian yang telah selesai direhabilitasi seluas 64.019 ha dari total yang rusak sebesar 60.000 ha. Panjang jalan yang telah selesai sepanjang 2.191 km dari total kebutuhan 3.000 km. Pelabuhan laut yang telah selesai direhabilitasi dan direkonstruksi sebanyak 17 unit, dari yang rusak sebanyak 14 unit. Bandara/Aistrip yang telah selesai sebanyak 10 unit dari 11 unit yang dibutuhkan.
Tak berhenti di situ. Jumlah guru yang telah dilatih 23.095 orang dari 2.500 orang guru yang meninggal. Fasilitas kesehatan sejumlah 613 unit dari jumlah yang sebelumnya rusak 127 unit.
Jika dibandingkan dengan upaya rekonstruksi yang terjadi di negara lain seperti di Bam (Iran), Gujarat (India), Honduras, dan Turki, misalnya, progress rekonstruksi di Aceh jauh lebih cepat, demikian Kuntoro.
Ini adalah data di atas kertas. Dia tidak menyebut, berapa rumah yang dibangun itu yang tak layak huni, lalu bagaimana dengan kualitas infrastruktur yang dibangun dibandingkan dengan nilai uang yang dikeluarkan dst.
Okelah, kita tak usah mempermasalahkan deretan angka-angka versi Kuntoro yang bila diucapkan membuat mulut berbusa-busa. Yang jelas angka-angka ini tak kan bisa mengobati ribuan korban tsunami yang kini masih menempati barak dan shelter di 13 provinsi se-NAD. Takkan membuat ratusan hektar tambak yang belum direhabilitasi tiba-tiba langsung memberi hasil.
Lagi pula bila itu disebut, nanti juga ada yang menandingi dengan deretan angka anggaran yang diperuntukkan BRR berikut laskarnya yang bergaji wah.
Kita memang patut kecewa, bahwa selama ini BRR meladeni kritikan dan tangisan korban tsunami dengan angka-angka. Kalau tidak begitu, menyalahkan pihak lain, seperti ‘kontraktor yang brengseklah dst.
Maka, sudahlah. Hentikan semua omongan itu. Kita menunggu kerja keras dan sikap responsif BRR terhadap setiap permasalahan yang terjadi di lapangan.
Ini benar-benar diharapkan karena selama ini BRR terkesan membiarkan keluhan masyarakat yang belakangan kian nyaring. Kata-kata lembut menghibur pun tak ada. Contoh kasus rumah asbes di Deah Raya yang kian meruncing justru ditanggapi dengan ‘takkan mengganti rumah yang dibakar’. Keluhan masyarakat tentang rumah tak layak huni dijawab dengan kata-kata; “kontraktor brengsek. Kontaktor tak berhati nurani”.
Kita sebenarnya ingin melihat tim dari BRR atau bahkan bila perlu Kuntoro sendiri turun ke lapangan begitu mendengar keluhan warga. Persoalan korban tsunami tak bisa hanya diselesaikan di belakang meja.
Di sisi lain, tentu, kita pun mengharapkan tokoh masyarakat tidak ‘membakar’ emosi warga untuk kepentingan politik sesaat. Tanpa dukungan masyarakat, BRR juga takkan bisa berbuat apa-apa. Perang kata-kata dan tindakan kasar sebagian di antara kita justru akan memperkeruh suasana.
Tiga tahun tsunami, mari kita merenung sejenak. Mendinginkan bathin kita untuk bersabar dan bersyukur dengan apa yang kita peroleh hari ini dengan tetap berjuang untuk hari esok. Hentikan sikap saling menyalahkan. Sudahlah.

EDITORIAL HARIAN ACEH

27 Desember 2008
Ditulis Miftah H. Yusufpati
Redaktur Pelaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: