Kontraktor Nakal di BRR

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias mengumumkan sebanyak 226 perusahaan kontraktor telah masuk dalam daftar hitam (black list). Sayangnya, tindak lanjut dari pernyataan black list ini tidaklah jelas, selain sanksi administratif. Itu sebabnya sebuah LSM mendesak BRR untuk menyerahkan pebisnis nakal tersebut kepada aparat hukum.
“Proses pelimpahan ini mutlak dilakukan karena sebagaian besar (para pengusaha nakal itu) telah merugikan kehidupan para korban bencana di Aceh. Contohnya, kasus terbengkalainya pembangunan perumahan,” kata Ketua Monitoring Rehab & Rekon GeRAK, Askhalani kepada Harian Aceh di Banda Aceh, Kamis (13/12).
Perusahaan kontraktor masuk black list dan disebut nakal antara lain karena lari dari tugas, tidak mengerjakan sesuai spek, serta melanggar ketentuan/peraturan dalam pengadaan barang dan jasa, misalnya terhadap Keppres No 80 tahun 2003.
Pengumuman ini akan menjadi sekadar pengumuman tanpa adanya tindak lanjut, seperti melaporkan ke mereka ke aparat hukum. Harap maklum yang disebut dalam daftar hitam tadi adalah nama perusahaan, bukan pemiliknya. Sementara sudah menjadi rahasia umum, bahwa satu orang bisa memiliki lima sampai 10 perusahaan. Bahkan ada pula di antara mereka menggunakan bendera perusahaan lain, milik rekan bisnisnya. Itu artinya, bila salah satu atau dua perusahaan yang bersangkutan terkena black list maka perusahaan lain tetap aman melenggang dengan dikendalikan pengusaha nakal itu.
Bahkan ada indikasi pengusaha sengaja mendirikan banyak perusahaan untuk memonopoli proyek BRR. Cara bermain pun dibuat cantik agar tender selalu dimenangkan pengusaha tersebut. Ada pula di dalam tender, pengusaha meminjam bendera milik teman kongsi bisnisnya dengan membayar sejumlah fee untuk tetap bisa terus mengangkangi proyek-proyek BRR.
BRR memang telah mengeluarkan memorandum yang ditujukan ke beberapa Deputi dan para kantor wilayah I s/d IV serta Kepala Distrik Khusus Simeulue, yang intinya berisi larangan perusahaan-perusahaan nakal itu dalam tender di lingkungan BRR. Akan tetapi, sebagaimana disebut tadi, masih banyak celah yang bisa digunakan para pengusaha nakal untuk masuk ke proyek-proyek yang menggiurkan tersebut. Misalnya, mereka segera mendirikan perusahaan baru.
Jika itu terjadi, maka percuma saja memorandum semacam itu. Bagaimana pun kita hendaknya menerjemahkan pelanggaran ini tak cukup hanya dengan sanksi administrasi saja. Pada tingkatan tertentu maka para pengusaha bandel ini harus dihadapkan ke muka hukum agar menimbulkan efek jera bagi pengusaha yang lain. Ini pun perlu dilihat kasus per kasus.
Lebih daripada itu, BRR hendaknya juga segera melakukan pembenahan ke dalam sehingga tak ada celah longgar kolusi antara pejabat BRR dengan pengusaha. Bukanlah hal yang mustahil bahwa rekanan menjadi nakal akibat menghadapi petugas yang nakal. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa ada fee sukses untuk urusan tender seperti itu. Lebih kasar lagi, bahkan terjadi juga sogok menyogok, suap-menyuap dalam banyak kasus tender sebagaimana lazimnya yang sudah terjadi hampir di seluruh institusi lembaga pemerintahan.
Rasanya sudah cukup banyak korban akibat permainan curang para pengambil keputusan dan para pengusaha nakal ini. Jadi, tindakan menghadapkan mereka ke depan hukum adalah satu langkah yang tepat. *

TAJUK HARIAN ACEH
14 Desember 2007
Ditulis Miftah H. Yusufpati
Redaktur Pelaksana

One Response

  1. Korupsi adalah “ngambil keuntungan yang bukan hak-nya”, susah banget. Secara mendasar siapa saja bisa melakukan korupsi di mana saja, sekalipun istilah korupsi diarahkan untuk menyoroti para penyelenggara negara yang busuk, ternyata setiap kitapun bisa meraih predikat busuk tersebut, dan hanya setiap kita yang bisa merefleksi apakah kita termasuk koruptor? http://miphz.wordpress.com/2009/12/09/korupsi-seorang-arsitek-2/ Selamat hari anti korupsi.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: