Jangan Alergi dengan Tim Independen

SEBUAH langkah berani kembali dilakukan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yakni membentuk tim independen untuk mencari pejabat di lingkungan pemerintahan provinsi. Reaksi pertama dari langkah ini, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai khawatir pada pembentukan tim, yang ditugaskan mengkaji dan menguji kepatutan kandidat pejabat.
Tim independen ini memiliki tugas mengkaji dan menguji kepatutan (fit and proper test) para kandidat kepala dinas, kepala badan, asisten dan kepala biro di jajaran Pemerintahan Provinsi Aceh.
Muncul kekhawatiran beberapa anggota DPR Aceh, bahwa tim bentukan gubernur itu akan menjadi semacam “tim bayangan”, yang akan melampaui batasan (overlapping) tugas Badan Petimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), yang kini diketuai Sekretaris Daerah.
Penetapan jabatan struktural memang melalui mekanisme Baperjakat. Tapi, selama ini sudah menjadi rahasia umum bagi kalangan PNS bahwa Baperjakat ini hanya berfungsi sebagai “tukang stempel”. Memang, tugas Baperjakat yang sudah ada dan resmi dalam birokrasi adalah menyeleksi calon pejabat. Tapi, sangat disayangkan. Ada banyak kepentingan di badan itu.
Sudah jadi rahasia umum, selama ini para pejabat kepala dinas atau jabatan struktural lain untuk eselon II dan III umumnya adalah kerabat dan “handai tolan” gubernur, Sekda, wakil gubernur dan sebagian bahkan atas dukungan dari beberapa anggota dewan.
Penentuan pejabat struktural memang wewenang penuh gubernur. Tapi, karena posisi pejabat struktural, terutama kepala dinas, memegang peran penting dalam birokrasi dan mengelola banyak uang, banyak pihak terkait ingin berperan dalam penentuan posisi itu.
Mereka yang ingin menjadi kepala dinas juga melakukan pendekatan atau lobi-lobi non- formal dengan berbagai kalangan untuk mendapat posisi sasarannya.
Ada yang menyebut, orang yang berminat menduduki posisi jabatan kepala dinas tak segan mengeluarkan dana puluhan jutaan rupiah untuk melakukan pendekatan dengan pihak yang mampu memperjuangkan mereka hingga ke kursi jabatan incaran. Sikap inilah yang perlu diakhiri dan sudah “tercium” oleh gubernur.
Kehadiran tim independen, yang akan dibentuk gubernur Irwandi, perlu disambut dengan respon positif. Ada beberapa catatan yang perlu diberikan. Kita berharap tim itu tidak hanya meneliti kandidat pejabat berdasarkan kepangkatan dan pengalaman. Perlu diamati keterlibatannya dalam berbagai kasus, misalnya dengan mencari informasi kepada kejaksaan serta kepolisian.
Banyak pejabat Pemerintahan Aceh sekarang dikaitkan dengan berbagai kasus, seperti dugaan korupsi Seulawah NAD Air dan KM Pulau Rondo, yang masih tetap aman menduduki posisi strategis.
Tim Independen juga perlu membuat formulir daftar kekayaan pejabat, yang akan diteliti. Sudah jadi rahasia umum juga, pejabat pemerintah dalam status pegawai negeri sipil (PNS) dengan gaji tak cukup makan sebulan, ternyata memiliki kekayaan melebihisi para kontraktor atau saudagar.

Dengan mengisi daftar kekayaan dan diumumkan melalui media, masyarakat dapat mengawasi apakah pejabat bersangkutan benar-benar mengisi formulir itu dengan jujur atau hanya sebagian saja yang dimasukkan dalam daftar.
Hal seperti ini tak pernah dilakukan Baperjakat, karena mereka hanya meneliti dari segi kepangkatan atau beberapa syarat formal lain, misalnya jenjang pembinaan Spama atau Spamen.
Kita berharap, dengan terbentuknya tim independen ini maka pejabat yang terpilih benar-benar bekerja untuk kepentingan pemerintah. Jangan sampai tim ini justru memanfaatkan kesempatan untuk menjaring rezeki dari calon kepala dinas atau pejabat lain, yang siap membuang duit untuk membeli jabatan.
Sebagai contoh, tim independen yang dibentuk untuk menyeleksi calon PNS beberapa tahun lalu. Justru, banyak lulus para kerabat dan “handai tolan” anggota tim itu.(*)

EDITORAL HARIAN ACEH
15 Desember 2008
Ditulis Miftah H. Yusufpati
Redaktur Pelaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: