Pemerintah Cemas Subsidi BBM Melejit Rp 250 Triliun

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kepada para gubernur untuk memahami isu ekonomi global. Terutama, menyangkut kenaikan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap APBN. Menurut SBY, kondisi global saat ini bisa mengakibatkan kenaikan subsidi BBM hingga Rp 250 triliun.

Indonesia, lanjut SBY, harus siap dengan segala konsekuensi yang terjadi di dunia. Harus diakui, APBN masih bergantung pada kondisi global. “Saya ingin Saudara-Saudara memahami dengan betul dinamika dan perkembangan di dunia dewasa ini,” kata SBY di depan para gubernur saat pembukaan rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Negara kemarin (15/2).

SBY menjelaskan panjang lebar kondisi politik, keamanan, dan ekonomi dunia kepada para gubernur itu. Hal yang dicontohkan adalah ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela yang mengakibatkan harga minyak dunia naik.

“Saya mengamati ketika ketegangan baru muncul antara presiden Venezuela dan presiden Amerika Serikat. Muncul statemen Venezuela tidak mengalirkan minyak ke AS. Saya melihat running texts di TV internasional harga minyak langsung bergejolak dan melonjak,” ungkap SBY.

Harga minyak, kata SBY, terus naik. Sepuluh hari lalu, harganya USD 88 per barel untuk Brent dan Nymex. Kemarin pagi, lanjut dia, harganya mencapai USD 95 per barel. “Hanya dalam sepuluh hari naik USD 7,” ujar SBY.

Melihat itu, SBY langsung menelepon Menkeu Sri Mulyani. “Saya tanya setiap kenaikan harga minyak USD 1, apa konsekuensinya pada APBN?” katanya.

Dari keterangan Menkeu, setiap kenaikan USD 1 per barel, subsidi subsidi BBM naik Rp 3,1 triliun dan subsidi listrik naik Rp 660 miliar. Totalnya sekitar Rp 3,7 triliun. “Kalau sepuluh hari naik USD 8, bisa dihitung Rp 3,7 triliun kali delapan. Besar sekali itu (Rp 29,6 triliun),” tambahnya.

Karena itu, SBY mengimbau agar pemimpin dunia, presiden, perdana menteri, tidak mengedepankan kepentingan negaranya. “Melalui forum ini, saya imbau kepada sahabat-sahabat saya para pemimpin dunia, memang kepentingan nasional di atas segalanya. Tapi, pedulilah dengan nasib bangsa lain. Gejolak ekonomi karena tingginya harga crude oil (minyak mentah) itu akan menambah kemiskinan di negara-negara berkembang,” jelasnya.

SBY mengingatkan bahwa setiap malam, ada 800 juta warga di seluruh dunia yang tidurnya kurang nyenyak. Di antaranya 200 juta anak karena lapar. “Jadi, mari para pemimpin dunia bertenggang rasa kepada kondisi dan nasib saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Mari ikut menghitung dampak dari suatu konflik ketegangan dan permusuhan di antara negara-negara,” kata SBY.

SBY juga bertanya kepada Menkeu soal dampak bila nilai tukar rupiah anjlok seratus rupiah per USD 1. Ternyata, setiap penurunan rupiah Rp 100 mengakibatkan kenaikan subsidi BBM Rp Rp 2,5 triliun lagi dan untuk listrik hampir Rp 1 triliun. “Betapa rentannya APBN kita terhadap gejolak moneter dunia,” sambungnya.

Karena itu, lanjut SBY, pemerintah menyelamatkan APBN. Kalau tidak diselamatkan, APBN akan kolaps. Kalau saat ini subsidi BBM mencapai 97,9 triliun, jika dibiarkan tanpa langkah antisipasi, itu akan naik dua kali lipat lebih. “Bisa mencapai Rp 250 triliun. Sayang sekali. Bisa mengurangi biaya pendidikan, kesehatan, dan sebagainya,” kata SBY. Itu berarti lebih dari seperempat APBN.

Untuk APBN 2009 perubahan, ungkap SBY, pemerintah menurunkan berbagai asumsi. Pertumbuhan yang semula ditarget 6,8 persen diturunkan menjadi 6,4 persen. Inflasi diasumsikan 6,5 persen. Nilai tukar dipatok Rp 9.150, harga minyak mentah ICP diasumsikan UDD 83 per barel, SBI 7,5 persen, dan target lifting 910 ribu barel per hari.

Tahun ini, kata SBY, akan ada perkiraan defisit APBN 2 persen. Penerimaan negara tahun ini diperkirakan Rp 839 triliun, sedangkan pengeluaran Rp 926 triliun. Jadi, ada selisih Rp 87 triliun.

“Tantangannya luar biasa. Tapi, nggak usah kecil hati. Percayalah, selalu ada jalan, namun saya meminta mengerti semua permasalahan ini,” tuturnya.

SBY meminta para gubernur menghemat. Dia mencontohkan tahun ini akan mengembalikan anggaran Rp 78 miliar. Tahun lalu anggaran rumah tangga kepresidenan bisa dihemat Rp 60 miliar. “Kita kembalikan dulu untuk digunakan yang lain. Saya juga ingin mengajak yang lain demikian. Yang masih bisa kita tunda kita tundalah,” tegas SBY. (tom/roy)
Indopos Sabtu, 16 Feb 2008,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: