SBY `mahamendengar`

Tanggal 11 Feb 2008
Sumber Harian Terbit

SEBAGAI Presiden pilihan langsung rakyat banyak, kita yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu maha mendengar jeritan derita rakyat banyak. Termasuk berbagai kritikan dan keberatan-keberatan yang diajukan rakyat banyak atas berbagai kebijakannya atau rencana kebijakannya ke depan.

Namun sebagai presiden, dia pasti tidak bertindak sendirian. Apa pun kebijakannya akan sangat dipengaruhi oleh masukan-masukan para pembantunya. Termasuk rencana melakukan pembatasan penjualan BBM bersubsisi yang akhir-akhir ini terus mendapat perlawanan dari berbagai kalangan dan mengingatkan pemerintah, bahwa pembatasan premium dan solar bersubsidi dengan menggunakan “kartu pintar (smart card)” dapat menimbulkan kekacauan apabila pemerintah tidak menyiapkannya secara matang.

Sebagai tokoh politik, bagaimana pun SBY harus berhitung untung ruginya sebuah rencana kebijakan, dengan berkaca pada kebijakan sebelumnya. Untuk ini menurut hemat kita tak ada salahnya juga SBY memperhatikan pendapat banyak pihak diluar struktur kabinetnya.a

Misalnya pendapat pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Muhammad Djamiluddin Ritonga yang menyatakan curiga atas rencana langkah kebijakan para pembantunya dalam membatasi penggunaan premiun dan solar terkait dengan pemilu 2009. Dia mencurigai ada usaha meruntuhkan populeritas SBY sebagai presiden, sehingga rakyat tidak memilihnya lagi dalam pemilu mendatang. (Harian Terbit, Sabtu (9/2).

Indikasi ke arah itu, menurut dia, jelas terlihat karena kabinet SBY berasal dari berbagai partai (pelangi-red) dimana satu sama lain memiliki kepentingan berbeda. Selain itu, para pemakai premium dan solar adalah masyarakat kelas menengah ke bawah yang nota bene adalah sebagian besar dari rakyat Indonesia.

Jadi, dia melihat rencana kebijakan pembatasan penggunaan premiun dan solar bersubsidi, hanya untuk memancing masyarakat marah. Kalau sudah demikian, tentu pada pemilu nanti mereka tidak mau memilih SBY kembali menjadi presiden. Ini yang harus diwaspadai SBY.

Lalu diapun mengingatkan SBY agar berhati-hati dan jangan seenaknya menyetujui kebijakan para pembantunya yang menyangkut rakyat kecil. Soalnya, rencana pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premiun dan solar bukan hanya tak populer tetapi sudah melanggar UUD 1945 dimana negara mempunyai kewajiban melindungi rakyatnya. Selain itu, ada pasal yang menyebutkan bahwa air, tanah dan kekayaan alam di dalamnya dikelola negara dan digunakan untuk kemakmuran rakyat banyak.

Banyak pihak memang menyatakan keberatan dengan rencana tersebut. Fraksi PDIP DPR, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR, bahkan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Sutan Bhatoegana, minta masalah ini dibicarakan dulu dengan DPR. Artinya, kalau nanti tetap mau dijalankan, dia sudah menjadi keputusan bersama pemerintah dan DPR.

Anggota Komisi VII DPR Alvin Lie dan Sekjen Komite Indonesia untuk Penghematan dan Pengawasan Energi (Kipper), Sofyano Zakaria, sudah dapat memastikan, pemakaian “smart card” hanya akan menimbulkan kekacauan di lapangan yang berakibat distribusi premium dan solar akan terganggu yang akan membuahkan konsekuensi ekonomi akan stagnan dan inflasi akan tinggi. Buruknya lagi, Presiden (Susilo Bambang Yudhoyono, red) bisa tumbang, karena masalah ini dinilainya sangat sensitive.

Kita yakin SBY maha mendengar, dan cukup cerdik untuk menentukan sebuah kebijakan, apalagi yang menyangkut hajad hidup rakyat banyak. Jadi, apapun keputusan SBY nanti, kita yakini sebagai sebuah keputusan yang penuh perhitungan, tidak hanya untuk kelanggengan kekuasaan, tapi juga untuk kemasylahatan rakyat banyak. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: