Siapa kandidat Gubernur BI?

 oleh : Hery Trianto

Tanpa penetapan Burhanuddin Abdullah sebagai tersangka, bursa pencalonan Gubernur Bank Indonesia (BI) mulai menghangat awal bulan ini. Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan tiga tersangka aliran dana BI ke DPR-termasuk gubernur bank sentral- menjadikan situasi panas.

Semua orang, termasuk Ketua DPR Agung Laksono, boleh berharap pemilihan Gubernur BI janganlah dipolitisasi, apalagi menghasilkan rivalitas antarcalon. Namun, awam sudah sama-sama tahu, hajatan itu merupakan sebuah proses politik, yang pada pelaksanaannya melibatkan lembaga-lembaga politik seperti parlemen dan presiden.

Seperti yang sudah-sudah, sejak BI menggunakan baju barunya sebagai lembaga yang independen, dalam arti bisa mengambil jarak dengan pemerintah dan mengambil keputusan terkait dengan kebijakan moneter secara mandiri, proses suksesi kepemimpinan di lembaga itu selalu penuh nuansa politik.

Bahkan, untuk sekadar pencalonan deputi gubernur sekalipun, harus melalui suatu proses di lembaga legislatif.

Kini, Burhanuddin telah berstatus tersangka. Banyak orang menyebut, dia memiliki kans besar untuk memperpanjang masa jabatannya lima tahun lagi. Jabatan insinyur pertanian jebolan Universitas Padjajaran yang kini menjadi Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) itu berakhir pada 17 Mei 2008.

Dengan menjadi tersangka, tentu peluang Burhanuddin mengecil-kalau tidak bisa dikatakan habis. Beberapa pekan sebelum kabar dari KPK dirilis, salah satu kolega Burhanuddin di bank sentral mengatakan, tidak ada calon sekuat dan memiliki rekam jejak sebaik Gubernur BI saat ini.

Sesuai UU dengan BI, presiden sudah harus mengajukan tiga nama calon Gubernur BI tiga bulan sebelum masa jabatan pejabat lama berakhir.

Itu artinya, sebelum 17 Februari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus telah memiliki calon pengganti Burhanuddin dan diajukan kepada DPR. Pertanyaannya, apakah SBY berani mengambil risiko dengan mencalonkan seorang tersangka? Lalu, siapa saja nama yang layak untuk dipilih sebagai orang nomor satu di bank sentral?

Sejumlah kandidat

Sejauh ini telah beredar sejumlah nama yang digadang-gadang akan maju dalam bursa pencalonan Gubernur BI. Sebut saja Darmin Nasution, Dirjen Pajak yang sebelumnya adalah Dirjen Lembaga Keuangan Depkeu dan sempat menjadi kandidat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan.

Ada juga nama Sri Mulyani Idrawati, Menteri Keuangan. Namun, beberapa kalangan menyebut Sri Mulyani sudah cukup nyaman posisinya saat ini sebagai pembantu presiden.

Dari kalangan profesional, nama Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo juga masuk bursa. Beberapa anggota DPR entah serius atau bercanda mengatakan siap mendukung Ketua Himbara itu maju sebagai Gubernur BI.

Nama lain yang tak kalah santer disebut adalah mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan. Statusnya sebagai besan presiden, membuat namanya disebut sebagai calon kuat.

Di luar ketiga nama tersebut, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono juga sempat masuk bursa pencalonan. Secara kebetulan, alumni Institut Teknologi Bandung itu mengakhiri masa jabatannya pada 13 Juni.

Keputusan SBY untuk tetap mencalonkan Aulia atau Burhanuddin jelas penuh risiko. Memaksa Aulia maju, jelas langkah tidak populer dan menyisakan aroma nepotisme mengingat hubungan keduanya sebagai besan.

Sementara itu meminta Burhanuddin tetap maju dengan beban tersangka di pundak, sama saja menjadikan mantan Menko Perekonomian pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini bulan-bulanan kritik baik dari publik dan DPR.

Tinggallah SBY kini berhitung, apakah akan mencari calon alternatif baik dari dalam maupun luar BI, atau mengajukan Aulia dan Burhanuddin serta siap dengan segala konsekuensinya. (hery.trianto@bisnis.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: