Siapa `sponsor` menghancurkan Burhanuddin?


Tanggal

31 Jan 2008

Sumber

Harian Terbit

JAKARTA Penetapan tersangka Gubernur BI Burhanuddin Abdullah (BA) dalam kasus aliran dana BI diprediksi dibekingi sejumlah oknum yang berambisi menjabat Gubernur BI selanjutnya.

“Ini jelas bernuansa politis karena bertujuan menjegal Burhanuddin untuk maju lagi sebagai Gubernur BI,” ujar pengamat ekonomi perbankan Universitas Paramadina Aviliani, kemarin.
Namun soal tuduhan penetapan BA sebagai tersangka ini terkait dengan rencana pemilihan Gubernur BI, langsung dibantah oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar.

Pengamat ekonomi politik LIPI, Syarif Hidayat, juga menduga ada keterlibatan sponsor dalam penetapan BA sebagai tersangka itu.

Ia menduga politisasi kasus BI ini bisa saja disponsori oleh pihak-pihak yang berambisi menduduki posisi puncak di BI. “Mereka adalah pencari kekuasaan,” ujar Syarif.

Jika orientasinya mencari kekuasaan siapa pun yang terlibat dalam kasus ini bisa diduga namun sulit untuk disebutkan secara eksplisit. “Yang jelas kita bisa melihat siapa yang paling berpeluang setelah Burhanuddin dilumpuhkan,” kata dia.

Keputusan KPK menetapkan BA itu sebagai tersangka dinilai mantan Ketua Komisi IX DPR RI, Max Moein, juga sangat bernuansa politis. Sebab, penetapan tersangka itu diumumkan hanya dua minggu sebelum penetapan tiga nama calon gubernur BI, 17 Februari mendatang.

“Ini kasus tahun 2003, kenapa baru sekarang diangkat, bukan, misalnya, tahun 2005. Ini aneh bagi saya,” kata Max.

Selain itu, Max juga menilai tidak logis jika dikatakan komisi IX menerima dana dari BI untuk membahas amandemen UU BI. “Terlalu banyak kewenangan BI yang kami pangkas, seperti tidak boleh menerbitkan Surat Utang Negara, tidak boleh memiliki anak perusahaan, dan sebagainya. Jadi bagaimana mungkin mereka (BI) memberikan uang kepada DPR yang mengamputasi kewenangan BI sedemikian besar,” jelas Max.

Tak bisa dipungkiri, kata dia, ada politisasi dalam pengungkapan kasus serta penetapan tersangka. Menurut aturan, kata Max, BA masih memiliki kesempatan tiga bulan sebelumnya atau paling lambat 17 Februari mendatang untuk maju dalam pemilihan Gubernur BI.

Berdasarkan aturan itu pula, BA masih mempunyai kesempatan dipilih satu kali lagi sebagai Gubernur BI. Dengan penetapan sebagai tersangka oleh KPK, menurut Max Moein, BA praktis telah dilumpuhkan dalam perebutan kursi Gubernur BI.

Secara terpisah, anggota Komisi XI DPR RI Dradjad Wibowo menilai dengan status tersangka maka peluang BA untuk maju lagi sebagai Gubernur BI tipis.

“Pasti akan merusak kesempatan karena presiden akan ragu untuk mengusulkan calon yang jadi tersangka apalagi oleh KPK. Tentu sangat berpengaruh terhadap peluang dia untuk mencalonkan diri kembali,” ujar Dradjad.

Sementara itu, mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Rizal Ramli menyayangkan sikap BI yang tidak berhati-hati sehingga tersandung kasus aliran dana BI ke DPR.

Namun Rizal tidak setuju dengan tuduhan politisasi kasus tersebut terkait pemilihan gubernur BI pada Februari nanti dan menyatakan bahwa kasus itu terjadi karena BI tidak menjalankan good governance. (fen/ntv)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: