Rehabilitasi nama Soeharto

Tanggal 31 Jan 2008
Sumber Harian Terbit

Harian Terbit,

USULAN pakar hukum tata negara prof Dr Yusril Ihza Mahendra agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan rehabilitasi untuk memulihkan segala hak, harkat, dan martabat mantan Presiden Soeharto menarik untuk dicermati. Namun demikian, rehabilitasi seperti itu juga perlu diberikan kepada mantan Presiden Soekarno, karena baik Soeharto maupun Soekarno sama-sama memiliki jasa yang besar terhadap bangsa dan negara.

Pemberian rehabilitasi terhadap nama Soeharto maupun Soekarno oleh Presiden SBY saat ini tampaknya bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebab, untuk memberikan pengampunan atau pemberian maaf terhadap mantan Presiden Soeharto saat sekarang Presiden SBY tidak berhak, karena hingga kini belum ada keputusan hukum yang tetap terhadap Soeharto.

Apalagi sistem hukum di Indonesia berbeda dengan sistem hukum yang berlaku di Amerika Serikat yang mengenal istilah “pardon” (memaafkan/mengampuni). Di AS ketika Presiden AS Gerald Ford menggantikan Richard Nixon yang mengundurkan diri akibat kasus Watergate, ia memberikan “pardon” kepada Nixon sehingga kesalahan Nixon baik yang dilakukan secara langsung maupun yang didakwa oleh pengadilan dihapus secara keseluruhan.

Karena itu, pemberian pengampunan terhadap Soeharto oleh Presiden SBY sebelum ada putusan hukum di pengadilan seperti yang dilakukan Presiden AS itu tidak bisa dilakukan di Indonesia, karena hukum yang berlaku di sini tidak mengatur hal tersebut. Bahkan, menurut pengacara kondang Adnan Buyung Nasution, jika SBY memaksakan untuk memberi pengampunan tanpa melalui proses pengadilan, maka Presiden bisa di-“impeach” (makzul) oleh MPR. Jadi, pemberian pengampunan terhadap Soeharto harus tetap dilakukan setelah ada proses pengadilan, meski saat sekarang telah ada Surat Keputusan Penghentian Penuntutan (SKPP).

Secara hukum, hak seorang presiden di Indonesia hanya bisa memberikan grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi. Namun demikian, hal itu pun tidak bisa diberikan secara sembarangan oleh presiden yang berkuasa dan harus melalui proses hukum. Seperti pemberian grasi oleh presiden harus dilakukan setelah adanya putusan perkara dan yang bersangkutan meminta pengampunan kepada presiden.

Sedangkan amnesti diberikan oleh presiden untuk kasus-kasus politik seperti kepada anggota GAM yang meletakkan senjata dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Abolisi diberikan untuk menghapuskan tuntutan pidana yang juga lebih banyak sebagai keputusan politik. Contohnya, ketika Presiden Soekarno memberikan abolisi kepada semua orang yang sebelum 27 Desember 1949 melakukan suatu tindak pidana akibat dari persengketaan politik antara Republik Indonesia (Yogyakarta) dan Kerajaan Belanda. Sementara itu rehabilitasi diberikan untuk memulihkan nama baik atau pun hak politik maupun hak milik lainnya dari seseorang.

Dari sejumlah pilihan di atas, pilihan yang realistis bagi Presiden SBY saat ini adalah memberikan rehabilitasi kepada mantan Presiden Soeharto. Namun demikian, untuk kedilan rehabilitasi seperti ini sebaiknya diberikan pula kepada mantan Presiden Soekarno. Pemberian rehabilitasi kepada dua mantan presiden RI itu sangat tepat karena meski dianggap memiliki kesalahan, namun dua-duanya memiliki jasa yang sangat besar terhadap bangsa dan negara. Dibanding kesalahannya, jasa kedua mantan presiden itu terhadap bangsa dan negara Indonesia jauh lebih besar.

Namun demikian, seperti halnya pemberian grasi, amnesti, maupun abolisi, pemberian rehabilitasi terhadap mantan Presiden Soeharto maupun Soekarno tidak dapat dilakukan secara semena-mena oleh Presiden SBY. Sebab, sesuai ketentuan UUD 45, untuk bisa memberikan grasi dan rehabilitasi terhadap keduanya presiden harus tetap memperhatikan pertimbangan MA. Sementara itu untuk memberikan amnesti dan abolisi, presiden harus memperhatikan pertimbangan DPR. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: