Pak Harto telah Memberi Pelajaran

MIKUL dhuwur mendhem jero, satu ungkapan Jawa yang sering disampaikan Soeharto menjelang lengser 1998. Banyak sastrawan Jawa mengartikan ungkapan itu sebagai; ‘Ingatlah segala kebaikannya dan kubur sedalam-dalamnya kesalahan yang pernah diperbuatnya‘. Tampaknya itulah yang seharusnya dilakukan bangsa Indonesia ketika Presiden pada masa Orde Baru itu telah beristirahat untuk selama-lamanya. Pak Harto wafat hari Minggu, 27 Januari 2008 dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Astana Giri Bangun, Kab. Karanganyar Solo, Senin (28/1) kemarin.

Dalam buku Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Soeharto juga sempat mengulas hal tersebut. Katanya; ‘Saya pun tahu, saya tidak luput dari kesalahan. Maka, seperti berulangkali pernah saya katakan, di sini pun saya ulangi lagi, hendaknya orang lain mengikuti contoh-contoh yang baik yang telah saya berikan kepada nusa dan bangsa, menjauhi hal-hal yang buruk yang mungkin telah saya lakukan selama saya memikul tugas saya‘.

Dari pernyataan tersebut ada dua pelajaran yang dapat kita petik. Pelajaran pertama; kita bangsa Indonesia utamanya para pemimpin bangsa harus mengadopsi hal-hal baik yang pernah dilakukan Presiden Soeharto yang akhirnya bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pelajaran kedua, sisi buruk yang dilakukan penguasa Orde Baru itu jangan buru-buru dibuang, tetapi ambillah hikmahnya dan jangan lagi melakukan hal serupa. Sebab terbukti hal-hal buruk itu telah menyengsarakan bangsa ini.

Ada dua hal yang tak pernah dilupakan rakyat ketika bangsa ini dipimpin Soeharto. Dua hal itu terkait keamanan dan ketersediaan sembilan bahan pokok dengan harga yang stabil. Untuk keamanan, sering dikaitkan karena pemerintah kala itu sangat tegas terhadap gerakan-gerakan yang menyimpang dari persatuan dan kesatuan bangsa serta Pancasila. Sementara ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau juga prestasi yang patut dihargai. Kedua hal tersebut, pada pemerintahan setelah Soeharto belum bisa dijamin dengan baik. Apakah itu pada pemerintaahn Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati sampaikan dengan Susilo Bambang Yudhoyono kini, semuanya pernah mengalami goncangan harga sembako.

Sementara pelajaran yang patut diambil hikmahnya dan tak perlu dilanjutkan adalah tingkat korupsi. Pada masa Orde Baru dimana Soeharto sebagai presiden, banyak peneliti menyatakan tingkat korupsi di Indonesia termasuk paling tinggi di dunia. Itu artinya, Indonesia digolongkan dengan negara terkorup di dunia.

Oleh karena itu, dua hal tersebut ke depan harus dijadikan pelajaran. Namun hingga saat ini, pemerintah belum bisa menirugayaSoeharto dalam menekan harga sembako dan menjamin ketersediaannya secara berkelanjutan. Demikian pula masalah keamanan, di beberapa daerah masih terjadi gerakan sparatis dan terorisme. Namun syukur dua tahun belakangan ini, gerakan sparatis maupun tindak terorisme sangat jarang kita dengar. Walaupun ada, pemerintahan Yudhoyono segera dapat mengatasi sehingga tidak sampai berlangsung lama dan meluas serta memakan korban yang banyak.

Lalu bagaimana masalah hukum yang selama ini menghimpitnya? Wafatnya Soeharto menimbulkan sejumlah konsekuensi, baik dari sisi hukum maupun sisi kemanusiaan. Wafatnya mantan Presiden Kedua RI itu secara otomatis akan membuat segala kasus pidananya gugur demi hukum. Lalu bagaimana dengan kasus perdatanya? Hal ini tergantung pihak-pihak yang selama ini terlibat, baik pemerintah maupun ahli warisnya.

Sementara dari sisi kemanusian, kepemimpinan Soeharto selama 32 tahun tentu banyak hal yang dicapai secara baik. Meskipun juga cukup banyak persoalan yang harus dihadapinya termasuk terkait dugaan KKN.

Untuk itu, segenap bangsa dan negara agar menjadikan perjalanan panjang mantan Presiden Soeharto sebagai pelajaran berharga bagi bangsa ini ke depan, khususnya bagi para pemimpin yang saat ini tengah berkuasa.

Bali Post, 29 Januari 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: