Giribangun Sehari Setelah Pemakaman Pak Harto, Loyalis Soeharto dan Ratusan Warga Datang Nyekar

 


solo pos

Wednesday, 30 January 2008

KARANGANYAR, Perempuan berpostur gemuk berusia 50-an tahun ini menangis kala bersalaman dan berbincang dengan Ketua Pelaksana Harian Astana Giribangun Sukirno. “Kami dengar Bapak (Soeharto) seda waktu kami di Surabaya,” tutur Ny Tuti, demikian nama perempuan itu.
Ny Tuti, yang datang bersama dua pria, ditemui Sukirno di depan pintu barat Cungkup Argosari Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar , Selasa (29/1) siang. Mereka baru saja nyekar almarhum Presiden Soeharto, yang dimakamkan sehari sebelumnya di Cungkup Argosari. Di cungkup itu, terdapat pula, antara lain, makam istri Pak Harto, Ny Tien, yang meninggal 1996 silam.

“Kami sekarang tinggal di Denpasar setelah suami saya ini pensiun. Dulu saat masih tinggal di Jakarta kami biasa bertemu Bapak dan Ibu Tien,” sambung Ny Tuti. Setelah berbincang beberapa saat, mereka berpamitan dengan Sukirno. Tak lupa mereka memberikan amplop kepada Sukirno, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai Juru Kunci Astana Giribangun.

Belum sampai tiga menit Sukirno ditinggalkan tiga peziarah tersebut, dia sudah ditemui beberapa peziarah lain yang baru saja nyekar pusara Pak Harto. Setelah itu, ponselnya dihubungi seseorang yang meminta diantar masuk Cungkup Argosari. Ternyata, penelepon bernama Kuncoro itu berdiri tak jauh dari Sukirno, di sebelah barat Cungkup Argosari.

Sepotong kesibukan Sukirno sepanjang Selasa (29/1) kemarin itu menunjukkan betapa banyak orang datang ke Astana Giribangun. Ratusan pelayat datang silih berganti sejak Astana Giribangun dibuka pukul 08.00 WIB, dan ditutup pukul 16.00 WIB. Meski kawasan dekat Astana Giribangun longsor gara-gara hujan deras Senin (28/1) malam –sehingga akses jalan yang terletak sekitar 300 meter dari pintu masuk astana itu harus dibuka-tutup– mereka tak peduli.

Di dalam cungkup tampak berjaga-jaga seorang tentara berseragam doreng. Para peziarah diizinkan memotret selain berdoa di depan pusara Pak Harto. Maka, tak heran jika sebagian peziarah bergantian memotret dengan latar belakang makam Pak Harto yang belum dikijing.
Sebaliknya, para jurnalis dilarang masuk ke Cungkup Argosari jika membawa kamera dan memotret. Demikian pula kamerawan beberapa stasiun televisi. Jika hendak memotret para peziarah, mereka diminta membidik dari pintu sebelah barat, yang relatif dekat dengan pusara Pak Harto dan Ibu Tien.

“Wartawan bukannya dilarang memotret. Silakan saja tetapi dari pintu itu. Toh diambil dari sana gambarnya juga jelas,” ucap Sukirno sembari menunjuk pintu dimaksud.
Sementara Sukirno melayani wartawan dan beberapa peziarah, para peziarah lain bergantian masuk-keluar Cungkup Argosari. Mereka tak hanya datang dari seputar Karanganyar, Solo, dan sekitarnya juga dari luar kota seperti Kediri, Klaten, Jogjakarta, dan Jakarta.

Beberapa peziarah yang diwawancara Surya mengaku datang karena kagum dengan Soeharto semasa hidup, sehingga merasa perlu mendoakan setelah tahu penguasa Orde Baru itu meninggal dan dimakamkan di Astana Giribangun. Salah satunya adalah Dlaifil Muthoi, asal Singopadu, Kediri.

“Kami kagum dan hormat kepada beliau, karena perbuatan Pak Harto dikenal baik. Semasa hidup dulu beliau kan menghormati kiai-kiai,” tegas Dlaifil, yang berpakaian muslim, dan nyekar bersama kawannya, Sumarno.
Sedangkan Sutejo, 62, yang datang berboncengan dengan istri naik sepeda motor dari Delanggu, Kabupaten Klaten, mengaku berziarah karena ingin ikut mendoakan Soeharto. “Saya dengar Pak Harto meninggal dan dimakamkan di sini, makanya kami datang untuk nyekar,” jelas Sutejo.

Tentu saja bukan hanya orang-orang semacam Sutejo dan Dlaifil yang berziarah ke pusara Pak Harto. Beberapa orang penting, termasuk mantan pejabat tinggi, pun datang. Ismail Saleh, Jaksa Agung periode 1981-1984, tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Ismail dikenal sebagai loyalis Soeharto, bahkan dia belum lama ini meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono supaya mengembalikan nama baik Soeharto dan mengubur kesalahannya. Loyalis kedua yang nyekar adalah Faisal Tamin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Megawati yang juga Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) sewaktu PMI diketuai Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), puteri sulung Soeharto.

***
Mbak Tutut dan dua adik perempuannya, Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamik) dan  Siti Hediati Hariyadi (Titik) nyekar ayahandanya Selasa (29/1) sekitar pukul 14.45 WIB. Mereka memang masih berada di Solo setelah pemakaman.
Datang dengan rombongan berjumlah sekitar 15 orang –termasuk beberapa cucu Pak Harto–  mereka berada dalam Cungkup Argosari sekitar 30 menit. Tutut dan rombongan tak langsung masuk cungkup itu. Sebelumnya mereka beristirahat di Wisma Lerem di kompleks pemakaman tersebut. Di dalam cungkup, rombongan menggelar tahlil dan membacakan Surat Yasin, yang dipimpin Ahman Mahusin, salah satu pengurus Yayasan Ibu Tien Soeharto, yayasan yang mengelola pemakaman itu. Tutut sempat mencium rangkaian bunga duka cita di atas nisan Soeharto.

Tutut dan rombongan tak berkomentar apapun tatkala meninggalkan Cungkup Argosari. Namun, bungsu Pak Harto, Mamiek, sempat mengucapkan terima kasih kepada para wartawan dan warga yang berkumpul di sana.
“Terima kasih atas doanya untuk Pak Harto,” kata Mamik. Setelah itu, rombongan Tutut kembali ke rumah keluarga Soeharto di Solo, nDalem Kalitan, dengan kawalan ketat sejumlah pengawal pribadi, anggota TNI dan Polri. Di rumah ini juga digelar tahlilan. Hujan turun dengan deras ketika Tutut yang mengenakan baju putih menyampaikan terima kasih kepada warga yang datang. Selanjutnya Tutut dan adik-adiknya berangkat ke Jakarta untuk mengadakan acara serupa hingga hari ketujuh./JUNIANTO SETYADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: