korupsi dari sabang sampai merauke

JAKARTA
KPK TETAPKAN TERSANGKA
KORUPSI DI BEA CUKAI
Pada 20 Oktober Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Agus Syafiin Pane sebagai tersangka dugaan korupsi di instansi bea dan cukai.
Nama Agus Syafiin Pane disebut-sebut termasuk dalam daftar pencegahan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Departemen Hukum dan Ham.
Permohonan pencegahan itu diajukan oleh KPK melalui surat bernomor KEP 361/01/10/2008 tertanggal 10 Oktober 2008. Surat tersebut menyebutkan beberapa nama yang dicegah ke luar negeri adalah Agus Syafiin Pane (ASP), Natigor Pangapul Manalu (NPM), Piyossi (P), Eddy Iman Santoso (EIS), dan Pangihutan Manahara Uli Marpaung (PMM). Mereka adalah pejabat pemeriksa dokumen di kantor Bea Cukai Tanjung Priok.
Selain itu juga ada nama Hilda Sumandi (HS), seorang ahli pabean PT Gemilang Ekspprindo.

MAGELANG
KORUPSI PENGEMBANGAN
GOR DISIDANGKAN Continue reading

asmar oemar saleh: “mereka sesatkan klien”

Pengakuan tersangka penikmat aliran dana Bank Indonesia (BI), Hamka Yamdhu, membuat heboh karena menyeret sejumlah anggota DPR, termasuk yang kini menjadi menteri. Tindakan berani Hamka ini ternyata didorong oleh sang pengacaranya. “Bahkan seorang tersangka pun dapat membantu pemerintah memberantas korupsi,” kata Asmar Oemar Saleh, penasihat hukum Hamka, kepada Asyaro G. Kahean dari Kabinet.
Banyak kalangan menyebut Asmar memang selalu punya cara lain dalam membela kliennya. Pimpinan AOS Law Firm ini yang juga pendiri Reform Institute ini pernah mengajak teman-temannya sesama advokad untuk membuat sumpah anti sogok. “Sayang, nggak ada yang berani,” katanya terkekeh.
Mantan Deputi III Bidang Penanggulangan Pelanggaran HAM Kantor Menteri Negara Urusan HAM periode 1999-2000 ini memandang, reformasi belum menghasilkan generasi baru. “Tokoh-tokoh politik yang ada telah terkooptasi budaya masa sebelumnya. Mereka yang dulu menggebu-gebu dan turut aktif menggulirkan reformasi, bahkan banyak sekali yang terperangkap dalam jaringan tokoh-tokoh yang telah terkooptasi itu,” katanya.
Lalu ia bicara seputar skandal aliran dan BI dan ‘budaya’ upeti dalam masyakat Indonesia. Nah, kultur–bila boleh disebut begitu– itulah yang melahirkan korupsi berjamaah seperti skandal aliran dana BI yang juga melibatkan kliennya itu. Dia menyebut Burhanuddin adalah pejabat yang terbawa arus kultur itu. Ia tak mampu melawan kultur itu sehingga harus menerima takdir sebagai koruptor yang dipenjara.
Berikut petikan wawancara selengkapnya.
Aulia Pohan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka juga. Komentar Anda?
Ini memang agak terlambat. Harusnya dia sudah ditetapkan sejak Burhanuddin Abdullah ditahan. Mereka berdua ikut bertanggung jawab atas aliran dana BI. Ini fakta hukum.
Burhanuddin Abdullah divonis bersalah. Apakah Aulia bakal bernasib sama?
KPK menetapkan seseorang sebagai tersangka koruptor itu setelah memiliki dasar hukum kuat. Jadi, tak sembarangan. Hanya saja, terkadang teman-teman advokat sering memberi arahan yang menyesatkan. Dia berani meyakinkan kliennya akan bebas. Itu kan bohong. Ujung-ujungnya ingin mengeruk uang kliennya.
Coba Anda perhatikan, secara hukum, para terdakwa itu jelas bersalah. Bagaimana mungkin advokat berani menjamin mereka akan bebas. Kalau bukan untuk mengeruk duit kliennya?
Biasanya, mereka mengarahkan sang klien untuk ‘menyogok’ aparat hukum dsb. Sepanjang yang saya ketahui sampai sekarang KPK masih bersih. Nggak akan mau terima sogok. Anehnya, para tersangka itu bisa ditipu.
Cara-cara seperti ini sungguh menyedihkan. Selain terkesan adanya tidakan curang, juga berkecenderungan pada lemahnya edukasi hukum terhadap masyarakat oleh advokat.
Atas dasar itu pula saya pernah mengajak teman-teman untuk mendeklarasikan anti-suap. Sayang, nggak ada yang berani.
Lalu, bagaimana harusnya?
Mestinya seorang advokat itu mampu menjelaskan kepada kliennya dengan benar. Apabila kliennya benar-benar melanggar hukum maka harus dijelaskan bahwa dia melanggar hukum. Dan advokat harus mampu menggiring agar kliennya berkata jujur di depan pengadilan.
Selanjutnya, advokat menjelaskan bagaimana strateginya untuk memberikan keringanan hukuman atas pelanggaran itu. Jadi jangan malah mendorong klien untuk menyogok jaksa dan hakim.
Saya pikir, kalau advocad itu mampu bekerja secara profesional tentu sangat membantu upaya-upaya penegakan supremasi hukum di tanah air. Hal demikian hendaknya juga dilakukan jaksa dan para hakim dalam menangani kasus-kasus hukum.

Wah, kalau begitu bisa-bisa klien agah dibela dong?
Siapa bilang? Buktinya klien saya tidak lari.
Apakah cara ini lazim?
Saya punya pengalaman mendam-pingi Hamka Yamdhu. Saya sebenarnya enggan membela tersangka korupsi. Saya menerima tawaran Hamka, dengan mengajukan dua syarat. Pertama, saya melarang ia untuk melakukan suap terhadap aparat hukum dalam hal ini KPK. Kedua, dia harus membantu KPK membongkar skandal aliran dana BI sampai tuntas. Dengan begitu, saya juga turut memberantas korupsi di negeri ini.
Itu sebabnya Hamka akhirnya menyebut seluruh anggota DPR yang menerima duit BI. Dan sampai detik ini, Hamka tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk aparat hukum.
Tindakan Hamka ini kalau di Korea mendapatkan reward, yakni diberi uang dengan nilai sekian, dibebaskan dari segala tuntutan hukum serta jabatannya tidak diganggu,. Di luar itu, Hamka juga mendapatkan pengamanan yang memadai. Mengapa? Karena Hamka membantu pemberantasan korupsi.
Jadi, Anda mau menjadi pengacara Hamka bukan karena keyakinan dia tidak bersalah?
Tidak. Tapi saya berjuang untuk meringankan hukumannya, kalau bisa dibebaskan karena dia telah membantu pemberantasan korupsi di negeri ini. Kalau bisa statusnya diturunkan menjadi saksi.
Lalu, apa catatan Anda tentang pembelaan terhadap Burhanuddin?
Boleh jadi memang ada yang tak beres dengan advokasi. Wajar jika Burhanuddin sampai sekarang menganggap dirinya tak bersalah. Padahal secara hukum dia bersalah. Seharusnya sejak awal ia membongkar saja semuanya. Soalnya, dia itu korban kultur. BI itu disclamer dan dia menempuh jalan penyelamatan dengan cara lazim ditempuh pejabat lain. Begitu juga ketika ia ingin mengajukan amandemen UUBI. Dia terpaksa merogoh kocek BI untuk ditabur ke DPR. Lazimnya selama ini, kan begitu, bila ingin ada hasilnya. Dia seharusnya menjelaskan itu secara gamblang agar ke depan hal-hal seperti itu tak terjadi lagi.***

hukum tak pandang besan presiden

Skandal aliran dana Bank Indonesia memasuki babak baru. Dalam sehari, dua peristiwa penting terjadi. Burhanuddin Abdullah divonis, Aulia Pohan ditetapkan sebagai tersangka. Terlambat, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Aulia adalah salah satu dari empat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain dia, ada Aslim Tadjuddin, Maman H. Soemantri, serta Bunbunan Hutapea.
Sebelum menjadi tersangka, Aulia Pohan adalah sosok yang menjadi “incaran” publik dalam kasus aliran dana BI. Sejumlah pemberitaan di media massa selalu berisi desakan kepada KPK untuk menetapkan Aulia sebagai tersangka.
Hal itu cukup beralasan karena status Aulia sebagai besan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Di tengah pemberitaan yang memojokkan, Presiden Yudhoyono menegaskan tidak akan mengintervensi penegakan hukum. Semua orang memiliki kedudukan yang sama di depan hukum.
Selama proses penyidikan, Aulia selalu bungkam. Setiap kali diperiksa oleh petugas KPK, Aulia selalu berusaha menghindar dari wartawan. Berbagai fakta tentang Aulia justru terkuak di persidangan perkara aliran dana BI di Pengadilan tindak Pidana Korupsi untuk beberapa terdakwa yaitu mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, mantan Deputi Direktur Hukum BI Oey Hoy Tiong, mantan Kepala Biro Gubernur BI Rusli Simandjuntak, mantan anggota DPR Antony Zeidra Abidin, dan anggota DPR Hamka Yandhu.
Di dalam dakwaan terhadap para terdakwa terungkap bahwa Aulia mengetahui rencana pemberian uang ke para mantan petinggi BI dan anggota DPR. Continue reading

SKANDAL SEKS SAMPAI DERETAN dugaan KORUPSI GUBRI RUSLI ZAENAL

Pagi itu, dengan wajah letih Indrati Setyohayuni memasuki satu ruangan di Mabes Polri. Ia bersama sejumlah pegiat LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) melaporkan pelecehan seks Gubernur Riau Rusli Zaenal. “Peringatan Hardiknas itu menjadi petaka buat saya,” ucap wanita paruh baya ini lirih. Lalu ia bercerita panjang lebar mengenai upayanya menempuh pendidikan S3 yang berakhir di ranjang sebuah hotel di Surabaya bersama sang gubernur. Continue reading

KAPOLRI BARU, HARAPAN BARU

Kamis malam, Pukul 22.30 WIB, 9 Oktober 2008. Suasana Mabes Polri gelap gulita. Lampu-lampu mati. Hening dan khidmat saat seluruh anggota keluarga besar Mabes Polri, yang terdiri para Polwan dan Polantas berbaris di sepanjang jalan dengan lilin menyala di tangan.
Pada malam itu, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan Jenderal Pol Sutanto menjalani prosesi lepas sambut dengan mengelilingi kompleks Mabes Polri. Lampu-lampu itu sengaja dimatikan. Continue reading

KALENDER 12 MEI

Gabriel Faure Lahir

12 Mei tahun 1845, Gabriel Faure, komposer ternama Perancis terlahir ke dunia. Dunia musik sudah digelutinya sejak ia masih remaja. Berkat bakat dan ketekunannya, Faure dengan cepat menjadi salah seorang master di dunia musik. Di antara karya terkenal Faure adalah komposisi musik berjudul “After a Dream”, “The Roses of Isfahan” dan “Moonlight”. Faure meninggal dunia pada tahun 1924.
Armenia dan Azerbaijan Melakukan Gencatan Senjata Continue reading

KALENDER 10 MEI

Ethel Lillian Winch Terlahir ke Dunia

11 Mei tahun 1864, Ethel Lillian Winch, seorang penulis terkenal Inggris terlahir ke dunia. Pada usia 21 tahun, Winch pergi ke Rusia. Di negara ini, Winch mempelajari sastra dan dan menunjukkkan minatnya yang sangat besar terhadap dunia sastra. Setelah itu, Winch menulis sejumlah karya sastra yang terkenal, di antaranya berjudul “Jack Diamond” dan “Tanggalkan Sepatumu”. Winch meninggal dunia pada tahun 1960.

Salvador Dali, Pelukis Perintis Aliran Kubisme, Lahir

11 Mei tahun 1904, Salvador Dali, pelukis kontemporer ternama asal Spanyol terlahir ke dunia di kota Fiqueras. Dali adalah perintis lahirnya aliran Kubisme dalam dunia seni lukis. Bakat melukisnya sudah terlihat sejak ia masih remaja dan dengan cepat, ia terkenal sebagai pelukis modern dengan ide-ide baru yang segar sekaligus mengejutkan. Dali meninggal dunia tahun 1989 pada usia 85 tahun.

Pemancar Televisi Pertama Beroperasi

11 Mei tahun 1939, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual. Stasiun televisi itu kemudian diberi nama Nipko, sebagai penghargaan terhadap Powel Nipko, ilmuwan terkenal Jerman dan salah seorang penemu alat televisi. Peranan besar Nipko dalam penemuan televisi terkait dengan penemuannya terhadap cara mengubah gambar menjadi gelombang dan pengubahan kembali gelombang itu menjadi gambar. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.